OBYEK WISATA SEJARAH & RELIGIUS

MUSEUM PETA
Jalan Jend. Sudirman, Bogor, Telp. 0251-8322053

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 







 
Tidak banyak yang tahu kalau ternyata Bogor merupakan Kota Pembela Tanah Air (PETA), padahal dulu Bogor merupakan pusat latihan yang diberi nama Jawa Boei Giyugun Kanbu Kyo Iku Tai (Pusat Pendidikan Perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air di Jawa).

Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi rakyat Bogor dengan adanya julukan tersebut. Tepatnya pada tanggal 19 Oktober 1995, surat keputusan DPRD Kotamadya Tingkat II Bogor Nomor.3/kep/DPRD/1995 telah menetapkan Bogor sebagai Kota Pembela Tanah Air (PETA).

Hal tersebut semakin mengukuhkan Bogor sebagai bumi keprajuritan yang melahirkan perwira-perwira yang tangguh, yang kemudian berperan besar dalam gerakan persiapan menuju kemerdekaan bangsa Indonesia yang merupakan cikal bakal terbentuknya TNI. Untuk memberikan penghargaan kepada mantan-mantan tentara PETA yang sudah tiada dan guna melestarikan sejarah PETA serta menjaga kelestarian bangunan sejarah yang dulunya digunakan sebagai tempat latihan, juga untuk memberikan gambaran perjuangan kemerdekaan dimana PETA mempunyai peranan penting. Maka dibangunlah Monumen dan Museum PETA tepatnya di Komplek Pusdikzi TNI-AD jalan Jenderal Sudirman No.35 Bogor.

Pembangunan Monumen dan Museum PETA ini dimulai pada tanggal 14 November 1993, dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI yang juga merupakan sesepuh YAPETA yaitu Umar Wirahadikusumah. Pembangunan tersebut memakan waktu kurang lebih 2 tahun dan diresmikan oleh Presiden RI H.M. Soeharto pada tanggal 18 Desember 1995. Didalam komplek Monumen dan Museum PETA dibagian belakang terdapat Monumen dimana berdiri sebuah patung Jenderal Sudirman sebagai perwira PETA.

Pada dinding yang berbentuk setengah lingkaran tercantum nama-nama perwira tentara PETA dari seluruh Jawa, Madura dan Bali serta Sumatera. Pada bagian luar dinding monumen, telah dibuat relief sejarah PETA. Sedangkan di dalam dua ruangan museum terdapat 14 diorama dengan adegan-adegan dari jalannya sejarah PETA dalam perjuangan menuju kemerdekaan tanah air. Adegan-adegan ini berbentuk tiga dimensi dan didukung dengan suara yang melatar-belakangi suasana kejadian-kejadian yang diwujudkan oleh masing-masing diorama.

Monumen dan Museum PETA ini banyak dikunjungi para pelajar dari berbagai daerah. Selain sebagai pendukung salah satu mata pelajaran, tempat ini juga dapat mendidik para siswa untuk mengenal lebih dalam sejarah bangsanya sendiri serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. Kita pun dapat belajar banyak dari museum ini agar lebih menghargai perjuangan para pahlawan yang membawa kita ke gerbang kemer-dekaan serta tidak lupa dengan sejarah bangsa.
(IP/Rinda)