Sudah pernah ke Cibodas? Sebagian
dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama itu, bahkan mungkin
sudah ada yang bertandang ke sana. Tapi dari sebagian yang datang ke
sana berapa banyak yang tahu bahwa Cibodas adalah salah satu sorga dunia.
Sorga dunia? Ya, sorga dunia. Dan yang memberi predikat itu bukan orang
sembarangan. Adalah Dr. F.W.Went, seorang ahli fisiologi tumbuhan asal
Jerman yang lama bermukim di Indonesia yang memberi predikat itu. Tuturnya
lebih jauh: “If paradise still exist on earth, Cibodas must have
been part of it” (Seandainya masih ada sorga di muka bumi ini,
maka Cibodas pastilah bagian daripadanya). Dr. Went tentu tidak basa-basi,
karena keberadaan Kebun Raya Cibodas bukan sekadar sarat dengan panorama
yang cantik, namun jauh lebih penting dari itu. Dalam usianya yang ke–152
(1852-2004), Kebun Raya Cibodas mampu menempatkan posisinya sebagai
kawasan konservasi yang sangat ideal bagi pertumbuhan tanaman dataran
tinggi basah, temperate maupun tanaman sub tropik. Karena alasan itulah,
maka UNESCO dengan MAB pada tahun 1977 menetapkan Kebun Raya Cibodas
dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) sebagai satu dari enam
cagar biosfer yang ada di Indonesia (Cibodas, Tanjung Putting, Lore
Lindu, Siberut, Gunung Leuser dan P. Komodo).
Di samping itu Kebun Raya Cibodas juga dinobatkan sebagai salah satu
Tourist Destination Area dan sebagai The Second Tourist Wonder of West
Java dari The Seven Tourist Wonder of West Java. Kini setiap tahunnya
Kebun Raya Cibodas dikunjungi sekitar 1 (satu) juta orang baik itu wisatawan
domestik yang datang dari Jakarta, Bandung, Bogor dan sekitarnya maupun
wisatawan manca negara.
Ada
apa sih di Cibodas?
Dalam kiprahnya selama ini Kebun Raya Cibodas telah banyak memberikan
kontribusi dalam memajukan bidang konservasi, pendidikan, penelitian,
dan juga pariwisata. Jadi Kebun Raya Cibodas bukan Cuma berfungsi sebagai
tempat wisata, tetapi juga sebagai tempat pendidikan dan penelitian.
Sebagai tempat penelitian, Kebun Raya Cibodas dengan luas sekitar 125
ha ini tampaknya layak menyandang predikat itu. Didalamnya terdapat
beberapa tempat yang indah dan juga memiliki keanekaragaman koleksi
tanaman eksotik yang tak bisa dinikmati hanya dengan satu kali kunjungan.
Koleksi tanaman yang dimiliki Kebun Raya Cibodas sampai saat ini meliputi
1.162 jenis koleksi kebun, 320 jenis anggrek, 289 jenis kaktus, 22 jenis
koleksi tanaman sukulen, dan 103 jenis tanaman paku-pakuan. Ada juga
koleksi taman-taman seperti Rhododendron Garden, Sakura Garden, Taxus
Garden dan koleksi tanaman eksotik lainnya. Dari sejumlah koleksi tersebut,
114 di antaranya berasal dari Jawa Barat dan di antaranya merupakan
tanaman langka. Dalam bidang pendidikan, Kebun Raya Cibodas juga telah
membuat program khusus dengan tujuan memberikan pemahaman dan kepedulian
masyarakat terhadap pentingnya pelestarian dan pengembangan sumber daya
alam. Lewat Program Pendidikan Lingkungan, pesan-pesan konservasi dapat
disampaikan dengan menyesuaikan keadaan lingkungan dan kelompok masyarakatnya.

Obyek Menarik
Dari gerbang masuk utama sebelah barat, sebelum menuju ke tempat parkir
kita dapat menikmati keindahan pemandangan disekitar kolam air mancur.
Setelah itu dengan berjalan kaki kita dapat melihat beraneka pemandangan
dan berbagai macam tanaman eksotik, baik yang ada di rumah kaca maupun
diluar, atau bisa langsung menuju air terjun Ciismun melewati jalan
setapak, sambil menikmati merdunya suara burung.
Dari Pintu masuk utama sebelah timur, kita bisa melihat koleksi bunga
sakura, taman Rhododendron, jalan air dan air terjun Cibogo sambil meneruskan
perjalanan kearah selatan, setelah itu kita akan melewati koleksi tanaman
obat yang memiliki lebih kurang 150 jenis tanaman. Dari sini, kita dapat
menelurusi arah jalan yang menuju istal kuda dan bisa langsung menuju
ke air terjun Ciismun dengan berjalan kaki. Sungguh pemandangan yang
menakjubkan. (PV)
(Foto-foto: Dokumentasi KRC)