Cianjur salah satu kabupaten
di wilayah Propinsi Jawa Barat yang berpenduduk 1.931.480 jiwa. Terdiri
dari laki-laki sebanyak 982.164 jiwa dan perempuan 949.676 jiwa dengan
laju pertumbuhan penduduk 1,48 %. Letak yang strategis dilintasi jalur
jalan negara antara Jakarta Bandung. Luas wilayah 350.148 Ha dan secara
administratif Pemerintahan terdiri dari 30 Kecamatan, 342 Desa dan 6
Kelurahan. Kabupaten yang sekarang dipimpin oleh Bupati Drs.H. TjeTjep
Muchtar Soleh, MM ini dikelilingi oleh 5 Kabupaten yang memiliki pantai
sepanjang 75 Km. Sebelah utara berbatasan dengan Wilayah Kabupaten Bogor
dan Purwakarta, sebelah barat berbatasan dengan wilayah kabupaten Bandung
dan Garut sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia.
Kabupaten Cianjur beriklim propis dengan curah hujan per tahun rata-rata
1.000 sampai 4.000 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 150 per-tahun.
Dengan iklim tropis tersebut menjadikan kondisi alam Kabupaten Cianjur
subur dan mengandung keanekaragaman kekayaan sumber daya alam yang potensial
sebagai modal dasar pembangunan dan potensi investasi yang menjanjikan.
Lahan-lahan pertanian tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, perikanan
dan perkebunan merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat. Keadaan itu
ditunjang dengan banyaknya sungai besar dan kecil yang dapat dimanfaatkan
sebagai sumber daya pengairan tanaman pertanian. Dari luas wilayah Kabupaten
Cianjur 350.148 hektar, pemanfaatannya meliputi 83.034 Ha (23,71 %)
berupa hutan produktif dan konservasi, 58,101 Ha (16,59 %) berupa tanah
pertanian lahan basah, 97.227 Ha (27,76 %) berupa lahan pertanian kering
dan tegalan, 57.735 Ha (16,49 %) berupa tanah perkebunan, 3.500 Ha (0,10
%) berupa tanah dan penggembalaan/pekarangan, 1.239 Ha (0,035 %) berupa
tambak/kolam, 25.261 Ha (7,20 %) berupa pemukiman/pekarangan dan 22.483
Ha (6.42 %) berupa penggunaan lain-lain.
Lapangan atau pekerjaan penduduk Kab. Cianjur di sektor pertanian yaitu
sekitar 62.99 %. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap
produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yaitu sekitar 42,80 %. Sektor
lainnya yang cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan
dan jasa yaitu sekitar 14,60% Beras Pandan Wangi yaitu beras asli Cianjur
merupakan satu-satunya beras.
Wangi yaitu beras asli Cianjur merupakan satu-satunya beras terbaik
yang tidak ditemukan di daerah lain dan menjadi trade mark Cianjur dari
masa ke masa. Rasanya enak dan harganya pun relatif lebih tinggi dari
beras biasa. Di Cianjur sendiri, pesawahan yang menghasilkan beras asli
Cianjur ini hanya di sekitar Kecamatan Warungkondang, Cugenang dan sebagian
Kecamatan Cianjur. Luasnya sekitar 10,392 Ha atau 10,30% dari luas lahan
persawahan di Kabupaten Cianjur. Produksi rata-rata per-hektar 6,3 ton
dan produksi per-tahun 65,089 ton.
Di daerah Cipanas Kecamatan Pacet sekitar 80 km dari Jakarta atau 20
km dari kota Cianjur, selain dikenal sebagai kawasan wisata pegunungan,
juga merupakan daerah penghasil sayuran. Kawasan sayuran ini kini dikembangkan
menjadi kawasan agropolitan hortikultura. Hasil produksi Kabupaten Cianjur,
khususnya di sektor pertanian mudah dipasarkan. Hal ini slain karena
produksi pertanian merupakan kebutuhan rutin sehari-hari, juga didukung
oleh kemudahan-kemudahan pemasaran mengingat lokasi Cianjur berada di
lintasan jalur ekonomi regional Jawa Barat. Daerah Pacet sebagai primadona
Pariwisata Cianjur memiliki obyek-obyek wisata yang menarik antara lain
obyek wisata Pendakian Gunung Gede, Kebun Raya Cibodas, Taman Mandala
Kitri untuk kegiatan Pramuka dan Remaja, Kota Bunga serta Taman Bunga
Nusantara. Di kecamatan Cikalongkulon terdapat obyek wisata Ziarah Makam
Dalem Cikundul yakni Makam Bupati pertama sekitar abad 17 di kecamatan
Mande terdapat obyek Wisata Danau Cirata.
Di Kecamatan Mande terdapat obyek wisata Danau Cirata yang juga merupakan
kawasan Perikanan Sistem Jaring Terapung. Cianjur juga memiliki kawasan
pantai di Cianjur selatan yang jaraknya sekitar 120 km dari Ibu Kota
Cianjur. Pemerintah Kabupaten Cianjur berkeinginan untuk menjadikan
kawasan pantai ini selain sebagai obyek wisata pantai, juga ingin mengembangkan
ekspolitasi sumber daya kelautan antara lain dengan membangun Tempat
Pendaratan ikan yang lebih representatif. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten
Cianjur sangat mengharapkan adanya investor yang berminat menanamkan
modalnya dalam pembangunan sumber daya kelautan ini.
Cianjur juga memiliki jenis khas fauna yaitu Ayam Pelung. Kekhasan ayam
pelung adalah suara kokoknya yang mengalun panjang dan merdu. Secara
genetika, kelebihan Ayam Pelung ini selain tubuhnya yang relatif besar
dan bulunya gemerlap, juga kokok suaranya yang mengalun panjang. Di
Cianjur terdapat dua peternakan dan pembibitan Ayam Pelung yang cukup
besar yakni Kecamatan Warungkondang dan di Bojongherang Kota Cianjur.
Secara berkala, di Cianjur diselenggarakan Kontes Ayam Pelung, khususnya
dalam rangka memperingati Hari Jadi Cianjur yang jatuh pada tanggal
12 Juli. Kontes ini memilih ayam pelung terbaik dilihat dari postur
tubuh dan alunan suaranya. Ayam Pelung yang berhasil menjadi juara harga
jualnya bisa mencapai jutaan rupiah. Salah satu cinderamata di Cianjur
adalah Lenter Gentur. Lentera Gentur ini dibuat dari bahan kuningan
dengan kaca warna warni dalam berbagai desain/bentuk yang unik dan menarik.
Makanan khas Cianjur yang termashur selain tauco, yang dibuat dari bahan
kacang kedele, diolah sedemikian rupa sehingga setelah dimasak dan dicampur
dengan cabe rawit menjadi teman makan yang enak dilengkapi dengan lalab-lalaban.
Di Cianjur juga tersedia aneka ragam manisan yakni jenis makanan olahan
dari berbagai buah-buahan dengan bermacam-macam rasa (asin, manis, pedas).
Dalam pengembangan daya tarik kepariwisataan,
Kabupaten Cianjur ingin mengintegrasikan tiga aspek penting sebagai
totalitas pelayanan wisata yakni, what to see : apa yang bisa dilihat
misalnya keindahan alam pegunungan dengan berbagai flora dan seni budaya
yang khas, what to taste : apa yang bisa diambil, seperti cinderamata
khas Cianjur.
(Sumber: Website Pemkab Cianjur)
v