Sejak dulu Cianjur dikenal dengan
Seni Bela Diri Pencak Silat yang menghasilkan berbagai aliran terkenal,
antara lain aliran Cikalong, Cimande dan Sabandar. Pencipta dan penyebar
aliran Pencak Silat Cikalong adalah R. Djajaperbata atau dikenal dengan
nama R.H. Ibrahim. Aliran ini mempunyai ciri permainan rasa yaitu sensitivitas
atau kepekaan rasa yang mampu membaca segala gerak lawan ketika anggota
badan saling bersentuhan dan dapat melumpuhkannya.
Ciri lain adalah ilmu pukulan (ulin peupeuhan-bahasa sunda) yang mengandalkan
kecepatan gerak dan tenaga ledak. R.H. Ibrahim meninggal tahun 1906
dimakamkan di pemakaman keluarga Dalem Cikundul, Cikalong Kulon Cianjur.
Pada era yang sama, di Cianjur muncul tokoh Pencak Silat bernama Muhammad
Kosim di Kampung Sabandar Karang Tengah Cianjur dikenal sebagai Mama
Sabandar. Salah satu ciri aliran ini adalah kemahiran dalam mengeluarkan
tenaga yang dikenal dengan nama Liliwatan.
Dalam perkembangannya, Pencak Silat Cianjur menghasilkan aliran-aliran
baru seperti aliran Cikaret, Bojongherang dan lain-lain. Dalam dunia
persilatan, Cianjur banyak menghasilkan tokoh-tokoh antara lain: R.
Abah M. Sirod, R. Didi Muhtadi (Gan Didi), R.O. Saleh (Gan Uweh), Abah
Aleh, R. Idrus, R. Muhidin dan masih banyak lagi. Sedangkan tokoh Maenpo
(Pencak Silat Peupeuhan) antara lain : Rd. H. Ibrahim, H. Toha, Aa Dai,
Wa Acep Tarmidi, Abah Salim, Adung Rais dan yang lainnya.
(cianjur.go.id)
v