Sudah pernah ke Kebun Raya Bogor?
Jika belum, sebaiknya Anda jadwalkan segera untuk mengunjungi tempat
yang bersejarah dan memiliki koleksi tanaman langka tersebut. Kebun
Raya Bogor (KRB) merupakan tempat yang cocok untuk memenuhi kebutuhan
pendidikan dan rekreasi sekaligus dalam satu tempat. Di sana juga terdapat
perpustakaan, museum hewan, koleksi taman Anggrek, Istana Presiden dan
pusat riset dan pengembangan biologi, serta ribuan koleksi spesies tanaman
tropis yang dikelompokan sesuai dengan jenisnya, misalnya keluarga palem,
bamboo, atau jahe yang jumlahnya sekitar 60 jenis dan juga pohon-pohon
tua.
Bukan cuma tumbuhan besar saja yang ada di KRB, tetapi pepohonan yang
kecil dan sedang dengan bunga-bunga indah pun ada. Di sana juga terdapat
bunga Arnoldy rafllesia yang kesohor dengan sebutan bunga bangkai, ada
juga bunga fragnant frangipani yang akarnya selalu keluar dari tanah
serta bunga lily jawa yang sudah langka. Yang tak kalah menarik adalah
adanya pohon besar yang sudah tua dijadikan rumah Kelelawar bergelantungan.
Kita juga dapat melihat Bajing berloncatan dari satu pohon ke pohon
lainnya.
Sementara itu, di sekitar Istana Bogor, pengunjung dapat merasakan keteduhan
dari deretan pohon Kenari yang rindang, karena memang tadinya, kebun
raya merupakan bagian dari halaman istana. Meski sekarang ke dua tempat
tersebut dipisahkan, namun pengunjung masih tetap dapat melihat Istana
Bogor.
Di dekat jalan Astrid terdapat pula tanaman warna hitam, merah dan kuning
yang sengaja ditanam untuk mengesankan warna bendera Belgia, sebagai
penghormatan terhadap Ratu Astrid yang datang untuk meresmikan bagian
taman yang tertunda pada tahun 1928.
Kemudian, tak jauh dari danau ada dua patung yang merupakan duplikat
dari patung yang ada di Kopenhagen dan Stokholm, yakni Patung Putri
Duyung dan Patung Tangan Tuhan, serta monumen Lady Raffles, istri Gubernur
Jenderal Sir Stamford Raffles yang bernama asli Olivia Raffles yang
dikenal sebagai Ibu Negara Jawa.
Pohon tertua di KRB adalah pohon Leci dari Cina. Ditanam dekat danau
KRB pada tahun 1823 dan tetap disana hingga sekarang. Ada juga pohon
Raja dari Kalimantan dan disebut seperti itu karena raja di Kalimantan
suka mengoleksi tanaman tersebut untuk menarik lebah yang diambil madunya.
KRB berjarak lebih kurang 63 km dari Jakarta. Pengunjung dari Jakarta
dapat menggunakan bus menuju Terminal Baranangsiang atau kereta ke Stasiun
Bogor. Namun bagi Anda yang mengendarai mobil pribadi dapat melalui
jalan Tol Jagorawi menuju Kota Bogor, begitu keluar pintu tol Bogor,
melewati terminal baranangsiang, lalu ke arah jalan raya Pajajaran.
(PV)
v