Menarik juga jika menyempatkan
diri berjalan-jalan ke tanah Cimande yang terletak di Kabupaten Bogor
ini. Untuk menuju ke sana, dari Jakarta, setelah keluar tol Ciawi bisa
melalui jalan raya Sukabumi, melewati Kecamatan Cijeruk lalu sampai
ke Kecamatan Caringin.
Pemandangannya yang indah, dan suasana desanya yang asri, bisa membuat
batin kita tenang bila bertandang ke sini. Kita juga bisa melihat bagaimana
kehidupan masyarakat Cimande sehari-hari. Apalagi di salah-satu desa
di sini, yaitu desa tarikolot namanya, ada tempat pengobatan tradisional
patah tulang. Banyak orang yang mengalami patah tulang berobat ke sini.
Ada Pak Asep, ahli urut yang bisa kita temui di sana. Tapi bukan cuma
ia saja, di sana hampir 60 penduduknya pandai mengurut secara turun
temurun. Di sini kita bisa bayar seikhlasnya. Tapi kalau kita nginap
di sana, kita akan dikenakan biaya makan. Tentu saja makan ala kadarnya.
Kalau mau membawa sendiri makanan, tentu saja tidak dilarang.
Nah, bagi mereka yang berobatnya lama, tentu lebih praktis jika menginap,
karena tidak perlu bolak-balik. Selain bisa hemat ongkos, bagian yang
patah kan tidak perlu jalan-jalan ke sana-sini, dan itu bisa memperlambat
kesembuhan. Di sini ada yang menginap sudah 2 bulan bahkan ada sampai
3 bulan. Tapi tak tertutup kemungkinan ada juga yang berobat jalan.
Mereka bisa membeli minyak urut yang dapat digunakan sendiri di rumah.
Tentang
Silat Cimande
Sebenarnya apa sih pencak silat Cimande itu? Cimande adalah jenis pencak
silat yang mengandalkan tangan kosong untuk membela diri. Dalam arti,
gerakan-gerakan yang dilakukan seorang pendekar menjadi gerakan yang
mengeksploitasi ang-gota tubuh manusia sebagai anugerah Tuhan.
Bahwa ada juga jurus atau gerakan yang menggunakan tongkat, itu lebih
dimaksudkan sebagai simbol pengakuan: tubuh manusia, khususnya kedua
tangan tetap saja memiliki berbagai keterbatasan. Selain membentuk kekuatan
fisik, silat Cimande juga membentuk kekuatan batin dengan meningkatkan
rasa kepercayaan diri dan menimbulkan kerendahan hati. Sebenarnya, makna
yang terkandung dalam ilmu silat Cimande adalah penjabaran dari sebuah
filosofi yang menuturkan bahwa di atas langit masih ada lagi langit
lain yang lebih tinggi. Di atas puncak gunung, ada puncak gunung yang
lebih tinggi. Sehebat apapun manusia, pasti ada manusia lain yang lebih
hebat dan kuat. Dengan dasar filosofi itulah ajaran silat Cimande menuntun
seseorang menjauhkan diri dari sifat kesombongan.
Awalnya silat Cimande dipopulerkan oleh Abah Kahir. Dialah yang pertama
kali menciptakan aliran Cimande. Lelaki yang hidup sekitar abad ke-17
dan tinggal di tepian sungai Cimande, Bogor, Jabar ini, menurut cerita,
menciptakan jurus berdasarkan gerakan seekor monyet dan harimau. Inilah
yang menjadikan Cimande menjadi terkenal dengan pencak silatnya. Bahkan
sudah terkenal dengan nama silat Cimande.
(IP/dlf)
v