Dilihat
dari letaknya yang dekat pegunungan, Kota Bogor memang memiliki hawa
yang relatif dingin, tak heran jika di kota ini sering turun hujan.
Makanya Bogor disebut Kota Hujan. Selain itu ada lagi sebutan yang pas
untuk kota ini, yaitu Kota Sejarah. Mengapa sampai disebut demikian?
Bogor merupakan kota yang memiliki nilai sejarah, banyak bangunan-bangunan
kuno masih berdiri kokoh dibeberapa tempat di kota ini. Mulai dari Istana
Bogor, kantor pemerintahan, sekolahan, hotel, tempat ibadah sampai ke
rumah tinggal. Semua bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi,
bahkan beberapa diantaranya mempunyai andil dalam masa penjajahan kolonial
Belanda. Sebut saja seperti Istana Bogor, yang awal mulanya merupakan
sebuah vila sebagai tempat beristirahat dan sebagai pos kunjungan ke
daerah Priangan.
Adalah Gubernur Jenderal G.W. Baron van Imhoff (1743-50) yang memprakarsai
bangunan vila tersebut, kemudian dinamai Vila Buitenzorg. Setelah Istana
Bogor berdiri, kemudian bermunculan bangunan-bangunan lain yang berada
tidak jauh dari Istana, seperti Hotel Binnenhof (sekarang Hotel Salak),
Hotel Belle Vue, kantor Residen, Katedral dan sekolah.
Selain bangunan di seputaran Istana, ada pula bangunan lain yang juga
memiliki nilai sejarah dan masih berdiri kokoh sampai saat ini, bahkan
selalu dirawat sesuai fungsinya. Jika kita menelusuri Jl. Ir. H. Juanda,
kita akan menemui Museum Zoologi, Gedung Penelitian Kehutanan, Gereja
Zebaoth dan Kantor Pos. Ada lagi Sekolah Kartini yang berlokasi di jalan
Kartini, Rumah Sakit Salak dan Markas CPM di jalan Jenderal Sudirman,
Gedung Telkom di jalan Pengadilan, Sekolah SPMA di Cibalagung, Klenteng
Hok Tek Bio, Pasar Bogor di jalan Surya Kencana, Stasiun Bogor dan Stasiun
Batutulis, jembatan Merah, jembatan kereta di Tanjakan Empang. Bogor
memang kota yang memiliki nilai sejarah dan lyak untuk dikunjungi. Nah,
daripada penasaran ingin melihat sendiri bangunan bersejarah tersebut,
datang saja ke Kota Bogor.
(PV)
v